Tampilkan postingan dengan label KABIN (Karya Binusian). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KABIN (Karya Binusian). Tampilkan semua postingan

(Cerpen) Takdir


Takdir

                Semua kebisingan ini tak mau meninggalkanku. Teriakan lantang untuk tidak menyerah, gemuruh langkah kaki, suara tembakan dan letusan, semua terasa begitu nyata. Masa-masaku telah berlalu satu dekade yang lalu, namun kengerian dan ketakutan masih terus menghantuiku. Bayangan tentang semua orang yang mati kala itu membuatku tak tenang untuk beristirahat. Aku terbangun dengan peluhku menetes, tak sadar bahwa semua itu hanyalah bunga tidur semata.

(Puisi) Serangkai Bunga

SERANGKAI BUNGA

Empat serangkai tumbuh mekar di belangga tua
Bertahun - tahun bersama
Lalui Suka Duka
Hujan kemarau diterjangnya

(Puisi) Seperempat Senja

SEPEREMPAT SENJA

Kutemukan sehelai rambut keemasan beriringkan rintik hujan, semakin lama semakin deras. Mengenang.

(Cerpen) An Unexpected Meeting

An Unexpected Meeting
Suara gemerecik air terdengar sangat nyaring di telinga Aldy. Pemuda itu melemparkan pandangannya keluar jendela, mendapati butiran-butiran air hujan jatuh ke bumi dengan volume yang sangat besar. Moodnya seketika luntur, walaupun terpatri pada otaknya ujian-ujian akan menimpanya tanpa ampun, kurang lebih 2 bulan lagi. Suara hujan yang begitu kencang membuat suara tentornya hilang bagai ditelan bumi. Hawa dingin yang menusuk kalbu, memaksa kelopak mata Aldy untuk tertutup.

(Cerpen) Pahlawan Terbaik dan Cinta Pertama by Reynaldo Santa

Pahlawan Terbaik dan Cinta Pertama

            Saat terlahir di dunia ini, kita adalah seorang bayi yang lemah dan sering kali menangis. Semua orang mengharapkan kehadiran kita, namun dua sosok yang sangat mengharapkan kehadiran kita adalah Ibu dan Ayah kita.

(Cerpen) Kentang, Telur dan Biji Kopi by Diva Velda Hanifa

Kentang, Telur dan Biji Kopi

12 November 2016, sembari duduk berdua dengan Ayahku kami sedang merayakan Hari Ayah Nasional dengan bersajikan pemandangan matahari senja yang indah dan menikmati Cappucino kesukaan kami berdua. Ayahku menceritakan kisah klasik ini kepadaku. Begini kisahnya.

(Puisi) Merangkul Rindu by Hikmashanty Suci Larasati

Merangkul Rindu

Pada aksara ku berseru
Ingin rasanya ku gali gundukan itu
Mencabut papan nama setiap dukaku
Biar saja nafasku memeluk tentangmu
Dan puisi-puisi gelap menimangku

Seperti sajak ber-airmata merangkulku
Merambatkan tiap ratap disekitar gelap
Seolah kau utus jangkrik tuk pejamkan lelahku
Nyanyikan cerita tentang dahaga merindu
Seolah kau titipkan restumu
Lewat dingin malam yang menyuapiku

Mantra-mantra penghapus basah tatapku
Tiap dendang lantun macapat mengiring sendu
Seperti suara hati yang tersampaikan padaku
Dan suara gitar yang berseteru dengan anganku

Aku menuju mengenangmu
Getar yang memancar lahirkan syair biru
Bak pujangga berlagu
Ayah, ini untukmu, ini buatmu
Dan doa sebagai baktiku
Ayah, ini aku yang merindukanmu

Hikmashanty Suci Larasati
Ilmu Komunikasi, Binusian 2021

(Puisi) Cermin Kehidupan by Hikmashanty Suci Larasati

Cermin Kehidupan


Kucoba menoleh kebelakang,
Melihat kembali apa yang t'lah terjadi.
Jutaan kisah telah terlalui.
Ratusan hari telah terlampaui.

Kucoba membuka kembali,
Kenangan-kenangan dalam kehidupan ini.
Sunggingan senyum ketika teringat kesenangan,
Miris di dada ketika teringat kesedihan.

Apa saja yang sudah ku dapatkan?
Apa saja yang selama ini ku lakukan?
Siapa saja yang pernah ku kecewakan?
Dosa apa saja yang selama ini ku lakukan?

Kini tahun kan segera berganti,
Tapi akankah kan tetap sama kita lalui?
Impian-impian yang belum teraih.
Laku buruk yang masih melekat dihati.

Sungguh, kini kuingin berkaca.
Dalam cermin kehidupan dunia.
Agar nampak dan kulihat semua tindakan,
Yang pernah terjadi dan pernah ku lakukan.

Kini biarlah tahun berganti,
Dalam rintihan sedihnya dunia.
Yang tak kan pernah rela,
Jadi pijakan manusia tuk berbuat dosa.


Hikmashanty Suci Larasati
Ilmu Komunikasi, Binusian 2021

(Puisi) Ayah by Fajar Alam Islami

Ayah

Bagiku ayah adalah superhero yang tidak ada duanya, 
karena ayah selalu menjaga diriku dan membimbing diriku 
dari saat aku kecil hingga aku remaja. 
Namun saat ini hanyalah amanat yang bisa aku jalankan 
karena ayah sudah bahagia di atas sana.
Saat aku kecil dulu, ku selalu mengingat yang ia lakukan
buat diriku yaitu dengan menggendong, menyuapiku dan mengajak diriku
untuk menjelajahi indahnya dunia ini, 
ada satu pesan yang selalu aku ingat dari mendiang ayahku 
beliau selalu berkata bahwa 
kamu harus menjadi orang sukses sehingga dapat berguna bagi orang lain.


Fajar Alam Islami
Business Creation, Binusian 2021

(Puisi) Surat untuk Santa by Euodia Tirza Risma Rinanda

Surat untuk Santa


Aku tahu engkau nyata
Aku yakin engkau ada
Engkau datang saat aku tergelap
Dan beranjak saat aku terjaga
Setiap hari aku merindukan hari ini
Setiap detik aku ingin bertemu
Aku memang tak pernah melihatmu
Tapi semilir angin menceritakanmu
Aku tak pernah menyentuhmu
Tapi hadirmu menorehkan
Kebahagiaan bagiku
Mungkin kau memang hanya imajinasiku
Yang bergelut dalam hati dan otakku
Tapi hadirmu mengubahku
Cerita tentangmu menyadarkanku
Berbagai bahagia itu sederhana
Lakukan
Tak usah katakan
Biarkan hati yang menyimpulkan
Jika suatu saat aku besar
Aku akan jadi sepertimu
Menebar kebahagiaan
Dalam keheningan
St. Claus


Euodia Tirza Risma Rinanda
Ilmu Komunikasi, Binusian 2021

(Pantun) Pantun by Jayde Raymond R., Michael Geoferey Wejaya, Clemons Victorius Mollon

Pantun

Berjalan jalan santai di pinggir pantai
Jangan lupa membawa pasir
Para gembala bersorak sorai
Tuhan Yesus telah lahir

Rayakan natal jalan ke taman ria
Jalannya sama bang kohir
Mari kita bersuka ria
Karena Yesus telah Lahir

Ke Solo lanjut ke Jember
Tak lupa membeli sandal
Saat ini bulan desember
Pertanda Tibanya saat natal

Ke pasar beli sandal
Jangan lupa dibawa pulang
Hari ini hari natal
Mari bersorak Tuhan datang

Pergi ke pasar beli jajan
Melihat kucing lagi makan
Mari kita mengucapkan
Selamat natal wahai kawan

Pergi bermain dengan tentangga
Main sambil makan manga
Rayakan hari hari bahagia
Selamat natal bagimu juga

Jayde Raymond R.
Michael Geoferey Wejaya
Clemons Victorius Mollo
Teknik Informatika, Binusian 2021

(Pantun) Pantun Motivasi by Adrian Vincent Muliadi, Brian Novianto Djayasaputra, Indra Gunawan Budiharjo

Pantun Motivasi

Bagi teman-teman yang sedang menjalani ujian dan butuh motivasi, nih kami punya pantun untuk memotivasi waktu belajar kalian. Semangat terus!

Jalan jalan menggunakan batik
Mampir ke pasar untuk makan
Mari kita persiapkan dengan baik
Untuk hasil yang memuaskan

Kapal dihulu dipelabuhan
Kapal kepunyaan orang cina
Sesal dahulu pendapatan
Sesal kemudian tidak berguna

Malam hari kita makan
Tidak sengaja memakan duri
Janganlah mencontek saat ujian
Agar diri puas dengan hasil sendiri

Pergi ke gunung buat kemah
Ambil pisau untuk diasah
Walaupun kerjanya susah
Yang penting berusaha dan berserah

Malam hari pergi ke makam
Terdengar hujan rintik rintik
Good luck my friend for your exam
Kita harapkan hasil terbaik

Kemarin aku dilempar batu
Yang ngelempar orang tua
Belajar adalah nomor satu
Bermain adalah nomor dua

Susah sekali mencari jodoh
Tetapi ku takkan pernah gentar
Tak ada manusia yang bodoh
Karena semua manusia itu pintar

Ke laut menangkap ikan
Mobilnya malah mogok di tengah jalan
Gagal memang menyakitkan
Tapi sukses harus belajar dari kegagalan


Penyakit di kulitmu itu penyakit kadas
Tetapi kalau rasa dari lombok itu pedas
Jangan kira kamu sudah yang paling cerdas
Karena di atasmu masih ada orang yang lebih cerdas

Ada maling yang dikejar
Ternyata dikejar penghulu
Sebelum belajar
Alangkah baiknya berdoa dahulu

Bukit berbaris banyak batunya
Di padang datar kita bertemu
Main game ada waktunya
Kerjakan dahulu assignmentmu

Untuk apa hati kesal
Lebih baik memaafkan
Banyak orang yang menyesal
Karena sering malas-malasan

Siapa suka melihat panda
Panda turun ke tanah rawa
Siapa yang malas di masa muda
Akan bekerja keras di waktu tua

Adrian Vincent Muliadi
Brian Novianto Djayasaputra
Indra Gunawan Budiharjo
Teknik Informatika, Binusian 2021

(Puisi) Puisi untuk Ayah by James Wijaya Santoso,Bintang Fadhli Muhammad,Joshua Kartika Soeryono

Puisi untuk Ayah

Ayah...
Bagiku kau sosok terhebat
Bagiku, engkaulah pahlawanku

Ayah...
Kau ajariku tentang kasih
Kau ajariku tentang tanggung jawab
Kau membuatku kuat jalani hariku

Ayah...
Jasamu sangat besar bagi keluarga
Kau bekerja tanpa mengenal lelah
Bekerja hingga remuk tulangmu
Hanya untuk membuatku bahagia

Ayah...
Betapa mulianya hatimu
Kau menyemangatiku saat ku terpuruk
Kau penghiburku saat ku terlarut dalam sedih

Ayah...
Aku selalu menyayangimu
Doaku agar Tuhan melindungi mu senantiasa
Terima kasih untuk segalanya Ayah..

James Wijaya Santoso
Bintang Fadhli Muhammad
Joshua Kartika Soeryono
Teknik Informatika, Binusian 2021

(Puisi) Terima Kasih Ayah by Achmad Syahid,Eko Yulianto Wahyu N., Muhammad Daffa S

TERIMA KASIH AYAH

Ayah…
Kau adalah pahlawanku
Kasih sayangmu perhatianmu ketulusanmu tak mampu tergantikan orang lain
Walaupun terkadang aku tak pernah menghargai semua yang kau berikan

Ayah…
Izinkanlah aku menjadi anak yang berbakti kepadamu
Takkan ku lupakan kasih sayang mu
Izinkanlah aku tuk membahagiakanmu

Ayah…
Meskipun aku sadar
Semua itu tidak bisa membayar semua yang telah kau berikan
Dan aku sadar, nyawapun tak mampu membalas semuanya

Ayah…
 Kini aku mampu menjadi orang yang mandiri
Kini aku mampu menepaki hidup dengan do’a dan kasih sayangmu
Aku mencintaimu Ayah

Ayah…
Di setiap tetes keringatmu
Di derai lelah nafasmu
Di penuhi kasih sayang yang luar biasa

Achmad Syahid
Eko Yulianto Wahyu N.
Muhammad Daffa S.
Teknik Informatika, Binusian 2021

(Puisi) Ayah by Andrinata Suryajaya,Nathanael Ullrich Titanechristy

Ayah


Ayah untuk mu aku ucapkan
“Terima kasih atas kerja keras, yah”
T’lah membanting tulang untuk keluarga
T’lah membiayai aku untuk bisa kuliah
Sampai sekarang.

Ayah untuk mu aku berjanji
Aku akan membuat Ayah bangga
Aku akan membuat Ayah terharu
Aku akan membuat Ayah senang
Tunggu aku ya, yah



 Andrinata Suryajaya
Nathanael Ullrich Titanechristy
Teknik Informatika, Binusian 2021

(Puisi) Senjaku, Senjamu by Hikmashanty Suci Larasati

Senjaku, Senjamu


Senjamu adalah saat dimana semburat jingga kemerahan muncul di langit sebelah barat
Mentari mulai undur diri dan kembali ke peraduannya dengan berat
Sedangkan penduduk langit telat bersiap menutup tirai benderangnya dari dekat

Senja bagimu adalah saat singkat yang terekam kuat
Meski hanya sekejap, ia tetap bermakna karena membawamu dalam perenungan dahsyat
Engkau akan berdoa agar waktu berjalan lambat
Jika senja telah melingkupi dirimu melalui cahaya kuning langsat

Sayangnya senja kita berbeda
Definisi senjaku dan senjamu tak sama
Bagaimana jika kukatakan bahwa senjaku adalah dirimu?


Hikmashanty Suci Larasati
Ilmu Komunikasi, Binusian 2021


KEGIATAN PANORAMA